ONLINE 24 JAM Sabtu- Minggu Buka
Beranda » Artikel Terbaru » Artikel Kesehatan – Pengaruh Obesitas Pada Kehamilan

Artikel Kesehatan – Pengaruh Obesitas Pada Kehamilan

Diposting pada 16 November 2017 oleh NUR JANNAH

Pengaruh Obesitas Pada Kehamilan

Mitos mengatakan ibu hamil sudah sewajarnya jika gendut. faktanya, penambahan berat badan hingga obesitas tidak mengartikan bahwa ibu dan bayi sehat. obesitas selama kehamilan dapat menyebabkan bayi lahir dengan lemak tubuh melebihi normal dan beresiko mengalami penyakit jantung dan diabetes ketika dewasa.


Mengalami kegemukan selama kehamilan dapat memiliki pengaruh besar pada kesehatan ibu dan bayi. Akan terjadi kemungkinan terjadinya komplikasi karena kegemukan pada kehamilan. Obesitas didefinisikan sebagai kondisi tubuh yang memiliki jumlah lemak berlebihan. Pengukuran indeks masa tubuh (IMT) dapat digunakan sebagai acuan terjadinya obesitas.
IMT =               Berat badan (kg)
—————————————————-
Tinggi badan (m) x Tinggi badan (m)
Berikut keterangan dari hasil perhitungan IMT :
BMIKETERANGAN< 18,5Berat badan di bawah normal18,5 – 24,9Normal25 – 29,9Kegemukan> 30Obesitas> 40Melebihi obesitas
Dapatkah obesitas mempengaruhi kemampuan untuk mengalami kehamilan?
Obesitas dapat mempengaruhi tingkat kesuburan dengan menghambat ovulasi normal. Obesitas juga dapat mempengaruhi terjadinya pembuahan pada rahim.
Bagaimanakah pengaruh obesitas selama kehamilan pada ibu?
Mengalami obesitas selama kehamilan dapat meningkatkan resiko terjadinya komplikasi kehamilan, seperti :

  • Diabetes gestasional. Perempuan yang mengalami obesitas memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena diabetes melitus.
  • Pre-eklampsia. Perempuan yang mengalami obesitas memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami tekanan darah tinggi dan tanda-tanda kerusakan pada siste organ yang lain.
  • Infeksi. Perempuan yang mengalami obesitas selama kehamilan akan meningkatkan resiko terjadinya infeksi saluran kemih. Obesitas juga dapat meningkatkan resiko infeksi setelah melahirkan secara normal atau operasi.
  • Terlambat melahirkan. Obesitas dapat meningkatkan resiko kehamilan terus berlanjut melebihi tanggal melahirkan yang ditetapkan dokter.
  • Obesitas dapat menyebabkan terganggunya pemberian obat penghilang rasa sakit.
  • Operasi caesar. Obesitas selama kehamilan dapat meningkatkan resiko terjadinya operasi caesar darurat. Obesitas juga meningkatkan resiko terjadinya komplikasi operasi caesar, seperti infeksi luka.
  • Obesitas dapat meningkatkan resiko terjadinya keguguran.

Pengaruh obesitas pada bayi
Obesitas selama kehamilan dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan untuk bayi, seperti :

  • Macrosomia. Perempuan yang mengalami obesitas dapat meningkatkan resiko melahirkan bayi yang memiliki berat lebih besar dari normal dan memiliki lemak tubuh melebihi normal.
  • Penyakit kronis. Mengalami obesitas selama kehamilan dapat meningkatkan resiko bayi mengalami penyakit jantung atau diabetes saat dewasa.
  • Cacat lahir. Menurut sebuah penelitian menunjukkan bahwa obesitas selama kehamilan meningkatkan resiko memiliki bayi lahir dengan cacat lahir.

Berapa kenaikkan berat badan yang diperbolehkan selama kehamilan?
Berat badan dan pengukuran BMI sama pentingnya dengan kesehatan ibu dan bayi untuk memberikan peran menentukan kenaikan berat badan yang diperlukan selama kehamilan. Diperlukan konsultasi dengan dokter atau bidan untuk menghitung kenaikan berat badan yang diperlukan.
Berikut pedoman kenaikan berat badan yang diperbolehkan selama kehamilan pada wanita yang mengalami obesitas :

  • Mengandung satu bayi.
    Jika seseorang mengandung satu bayi dan mengalami obesitas, direkomendasikan mengalami kenaikkan berat badan sebesar 5-9kg.
  • Mengandung lebih dari satu bayi.
    Jika seseorang mengandung lebih dari satu bayi dan mengalami obesitas, direkomendasikan mengalami kenaikkan berat badan sebesar 11-19kg.

Pada beberapa penelitian, perempuan yang mengalami obesitas lebih aman mengalami peningkatan berat badan kurang dari yang direkomendasikan. Dokter akan merekomendasikan dan mengarahkan agar tidak mengalami kenaikkan berat badan selama kehamilan.
Bagaimana cara untuk menjaga kesehatan selama kehamilan?
Walaupun kehamilan yang sedang dijalani memiliki resiko, namun seseorang yang mengalami obesitas dapat memiliki kehamilan yang sehat. Untuk mengurangi resiko terjadinya komplikasi atau masalah kesehatan selama kehamilan dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan bayi dan diri sendiri. Beberapa langkah yang dapat dilakukan :

  • Berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu tentang kesehatan dan berat badan sebelum melakukan program kehamilan. Berkonsultasi dengan ahli gizi untuk menormalkan berat badan sebelum mengalami kehamilan.
  • Berkonsultasi dengan dokter secara rutin untuk membantu memantau kesehatan ibu dan bayi. Selama berkonsultasi sebaiknya selalu menjelaskan kondisi tubuh sebenarnya agar dokter dapat memberikan pengarahan dan pengontrolan, terutama jika memiliki diabetes melitus, tekanan darah tinggi, atau sleep apnea.
  • Mengkonsumsi makanan sehat untuk mempertahankan berat badan dan mencegah kenaikkan berat badan. Selama kehamilan tubuh memerlukan lebih banyak asam folat, kalsium, zat besi, dan nutrisi penting lainnya. Mengkonsumsi vitamin sebelum kehamilan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi.
  • Melakukan aktifitas fisik atau olahraga secara rutin selama masa kehamilan. Berkonsultasilah dengan dokter untuk jenis olahraga yang boleh dilakukan. Memulai olahraga dengan durasi 5 menit setiap hari dan tambahkan 5 menit setiap minggu. Tujuan penambahan 5 menit setiap minggu adalah agar tetap aktif selama 30 menit setiap hari. Jenis olahraga yang dapat dilakukan seperti berjalan dan berenang. Berenang dapat membantu mencegah peningkatan berat badan dan menghindari cedera dan ketegangan otot.
  • Menghindari zat-zat yang beresiko pada kehamilan seperti asap rokok, alkohol, dan obat-obatan terlarang.

Obesitas selama kehamilan dapat meningkatkan resiko komplikasi bagi diri sendiri dan bayi. Untuk mengurangi kecemasan maka diperlukan untuk bekerja sama dengan dokter dan tenaga medis lainnya untuk membantu mengontrol kesehatan.
Bagaimana cara untuk menjaga berat badan setelah kehamilan?
Untuk mencapai berat badan normal setelah melahirkan dapat dilakukan untuk menjaga kebiasaan makan dan melakukan olahraga. Menyusui dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan berat badan, selain untuk memberi makan bayi. Perempuan yang menyusui mengalami penurunan berat badan lebih cepat daripada perempuan yang tidak menyusui.
Mengalami kehamilan merupakan saat untuk selalu berbahagia dan juga merupakan waktu untuk selalu memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi demi kesehatan buah hati.

Bagikan informasi tentang Artikel Kesehatan – Pengaruh Obesitas Pada Kehamilan kepada teman atau kerabat Anda.

PEMESANAN CEPAT

CALL SMS Whatsapp

Artikel Kesehatan – Pengaruh Obesitas Pada Kehamilan | griyaklinik

Komentar dinonaktifkan: Artikel Kesehatan – Pengaruh Obesitas Pada Kehamilan

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Sidebar Kiri
Kontak
Sidebar Kanan