ONLINE 24 JAM Sabtu- Minggu Buka
Beranda » Artikel Terbaru » Artikel Kesehatan – Hipokalemia

Artikel Kesehatan – Hipokalemia

Diposting pada 16 November 2017 oleh NUR JANNAH

Hipokalemia

Pernahkah anda mendengar istilah hipokalemia?


Hipokalemia adalah kondisi dimana kadar kalium dalam darah berada dibawah normal. Kalium adalah bahan kimia (elektrolit) yang sangat penting untuk proses kerja saraf dan otot sel, terutama sel otot jantung. Sehingga penurunan kadar kalium dapat menyebabkan terganggunya kerja sel dalam tubuh. Kadar kalium darah normal adalah 3,6-5,2 mmol/L. Tingkat kalium yang sangat rendah (<2,5mmol/L) dapat menyebabkan kematian sehingga membutuhkan terapi pengobatan secepatnya. Berikut klasifikasi hipokalemia :

  • Hipokalemia ringan memiliki kadar kalium 3,1 – 3,5 mmol/L
  • Hipokalemia sedang memiliki kadar kalium 2,5 – 3,0 mmol/L
  • Hipokalemia berat memiliki kadar kalium <2,5 mmol/L

Konsentrasi serum kalium berhubungan dengan keseimbangan tubuh antara cairan intraseluler dan cairan ekstraseluler.
Penyebab Hipokalemia
Penurunan kadar kalium hingga dibawah normal (hipokalemia) dapat disebabkan oleh beberapa hal. Dimana pada umumnya penyebab hipokalemia adalah penggunaan obat golongan diuretik yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil bagi penggunanya. Muntah dan diare juga dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak kalium. Namun terkadang kurangnya kadar kalium dapat disebabkan karena kurangnya mengkonsumsi makanan yang mengandung kalium.
Berikut beberapa kondisi yang dapat menyebabkan penurunan kadar kalium :

  • Penyakit ginjal kronis
  • Penyakit diabetes ketoasidosis
  • Diare
  • Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan
  • Mengkonsumsi obat pencahar secara berlebihan
  • Berkeringat secara berlebihan
  • Kekurangan asam folat
  • Penggunaan obat golongan diuretik
  • Muntah
  • Penggunaan antibiotik tertentu

Tanda dan gejala Hipokalemia

  • Hipokalemia ringan
    Penurunan kadar kalium pada hipokalemia rendah cenderung tidak memberikan tanda dan gejala.
  • Hipokalemia sedang
    Pada hipokalemia sedang <3.0 mmol/L memiliki tanda dan gejala seperti mengalami kelesuan, kelemahan dan nyeri otot, dan sembelit.
  • Hipokalemia berat
    Pada hipokalemia berat <2.5 mmol/L tubuh dapat mengalami masalah pada neuromuscular, seperti :
    – Kelemahan otot yang parah dan kelumpuhan (dimulai pada tulang bagian bawah atau kaki dan bergerak menuju tulang atas seperti tangan dan dada).
    – Mengalami kegagalan nafas (berkaitan dengan kelemahan otot pernafasan).
    – Kontraksi normal pada dinding usus untuk sementara berhenti (berkaitan dengan kelemahan otot pencernaan).
    – Terjadi paraesthesia (sensasi seperti kesemutan, tertusuk, atau kulit seperti terbakar pada tangan, kaki, lengan, tungkai).

Penanganan Hipokalemia
Melakukan pemantauan kadar kalium diperlukan untuk melihat perkembangan kondisi tubuh. Namun jika Anda ingin melakukan terapi dirumah makan dapat mengupayakan beberapa hal berikut ini :

  • Menghindari melakukan kegiatan fisik yang berat.
  • Menghindari suplemen makanan, suplemen herbal, atau obat pencahar yang dapat menyebabkan hipokalemia.
  • Berkonsultasilah dengan Dokter untuk mendapatkan terapi yang tepat dan ketika akan mengkonsumsi obat-obatan yang lain.

Jika tanda dan gejala yang terjadi semakin memburuk maka segeralah untuk ke rumah sakit umum terdekat untuk mendapatkan terapi pengobatan.

Bagikan informasi tentang Artikel Kesehatan – Hipokalemia kepada teman atau kerabat Anda.

PEMESANAN CEPAT

CALL SMS Whatsapp

Artikel Kesehatan – Hipokalemia | griyaklinik

Komentar dinonaktifkan: Artikel Kesehatan – Hipokalemia

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Sidebar Kiri
Kontak
Sidebar Kanan