ONLINE 24 JAM Sabtu- Minggu Buka
Beranda » Artikel Terbaru » Artikel Kesehatan – Adakah Olahraga Yang Cocok Bagi Lansia?

Artikel Kesehatan – Adakah Olahraga Yang Cocok Bagi Lansia?

Diposting pada 16 November 2017 oleh NUR JANNAH

Adakah Olahraga Yang Cocok Bagi Lansia?

Senam tai chi merupakan salah satu olahraga yang bagus untuk orang lanjut usia. tai chi memiliki manfaat yang bagus bagi keseimbangan tubuh, memperbaiki kesehatan tulang dan jantung, meringankan rasa sakit, kekakuan, dan arthritis, dan membuat tidur menjadi lebih nyenyak.


Tubuh pada usia 50 atau 60 tahun tidak sama dengan yang berusia 20 tahun. Aktifitas yang dilakukan juga tidak bisa sama. Olahraga merupakan kunci untuk mendapatkan kualitas hidup yang baik seiring dengan bertambahnya usia. Tubuh dapat kehilangan masa otot ketika bertambah tua dan olahraga dapat membantu untuk membentuk kembali. Otot dapat membakar lebih banyak kalori daripada lemak, bahkan ketika tubuh beristirahat (saat proses metabolisme tubuh melemah).
Olahraga dapat membantu menghentikan, menunda, dan memperbaiki penyakit serius seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, stroke, penyakit alzheimer, arthritis, dan osteoporosis. Olahraga dapat membantu otak untuk tetap tajam dan mencegah terjadinya pikun.
Jenis olahraga yang dilakukan pada orang tua berbeda dengan orang yang masih muda. Olahraga kardio atau aerobik dapat menyebabkan detak jantung meningkat dan nafas menjadi cepat, dimana dapat membangun daya tahan tubuh dan membakar kalori. Olahraga mengangkat beban dapat membantu membentuk otot. Melakukan senam dapatĀ  membantu tubuh menjadi lentur sehingga lebih lentur bergerak dan mencegah terjadinya cedera. Latihan keseimbangan setelah usia 50 tahun menjadi penting untuk mencegah jatuh dan tetap aktif.
Apakah olahraga yang dapat dilakukan lansia?

  1. Berjalan
    Berjalan merupakan aktifitas yang sederhana dana efektif untuk meningkatkan stamina, memperkuat otot tubuh bagian bawah, dan membantu melawan penyakit tulang seperti osteoporosis.
  2. Jogging
    Jogging dapat dilakukan untuk membuat tubuh lebih berkeringat dan meningkatkan detak jantung. Gunakan sepatu yang tepat dan nyaman. Pilih lintasan yang datar untuk menghindari cedera.
  3. Menari
    Mengambil kelas menari seperti zumba atau aerobik. Menari dapat membantu ketahanan, memperkuat otot, dan meningkatkan keseimbangan. Menari memiliki banyak gerakan sehingga dapat membakar banyak kalori. Penelitian menunjukkan belajar gerakan saat menari dapat memberikan dampak baik bagi otak.
  4. Bermain golf
    Golf memiliki banyak keuntungan karena dapat memadukan beberapa aktifitas seperti berjalan dan ketika menggunakan seluruh tubuh untuk mengayunkan tongkat.
  5. Bersepeda
    Bersepeda bagus dilakukan bagi seseorang yang memiliki nyeri sendi atau kaku pada sendi karena kaki tidak perlu menopang berat badan. Gerakan kaki saat bersepeda dapat meningkatkan aliran darah dan membentuk otot pada bagian depan dan belakang kaki dan pinggul. Bersepeda juga dapat memperkuat tulang.
  6. Tenis
    Olahraga yang menggunakan raket seperti tenis dan bulu tangkis dapat membantu menurunkan resiko meninggal karena gangguan jantung. Bermain tenis 2-3 kali seminggu dapat membantu menurunkan lemak dan meningkatkan HDL, membangun tulang terutama pada bagian lengan, punggung, dan leher.
  7. Berenang
    Berenang dapat membantu untuk membangun otot dan tulang. Ketika berenang, tidak ada tekanan berat badan pada sendi. Berenang juga dapat membentuk otot dan tulang. Berenang dapat membakar kalori dan dapat menyehatkan jantung.
  8. Yoga
    Secara aktif melakukan beberapa gerakan yang dapat meregangkan dan memperkuat otot. Yoga dapat membantu menurunkan denyut jantung, menurunkan tekanan darah, mengurangi kecemasan dan depresi.
  9. Tai chi
    Tai chi juga dikenal dengan meditasi bergerak. Gerakan pada tai chi perlahan dan lembut, mengalir dari satu posisi ke posisi berikutnya. Tai chi bagus untuk keseimbangan, memperbaiki kesehatan tulang dan jantung. Tai chi dapat membantu meringankan rasa sakit, kekakuan, dan arthritis. Bahkan dapat membantu tidur lebih nyenyak.

Berapa lama olahraga perlu dilakukan?
Jika dalam kondisi sehat, aktifitas fisik atau olahraga dapat dilakukan minimal 150 menit dalam seminggu. Luangkan waktu setidaknya dua kali seminggu khususnya untuk melatih otot pada kaki, pinggul, punggung, perut, dada, bahu, dan lengan. Secara umum, semakin banyak frekuensi melakukan aktifitas fisik maka semakin banyak manfaat yang dapat diperoleh.
Usia bukan merupakan halangan untuk terus bergerak dan aktif. Pilihlah olahraga yang Anda sukai untuk membantu menjaga agar tubuh tetap bugar di usia lanjut.

Bagikan informasi tentang Artikel Kesehatan – Adakah Olahraga Yang Cocok Bagi Lansia? kepada teman atau kerabat Anda.

PEMESANAN CEPAT

CALL SMS Whatsapp

Artikel Kesehatan – Adakah Olahraga Yang Cocok Bagi Lansia? | griyaklinik

Komentar dinonaktifkan: Artikel Kesehatan – Adakah Olahraga Yang Cocok Bagi Lansia?

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Sidebar Kiri
Kontak
Sidebar Kanan